Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
JAKARTA- Rencana Pemerintah Provinsi DKI memungut pajak sebesar 10 persen terhadap usaha rumah makan dan warung Tegal beromset Rp60 juta per tahun menuai protes.
Para pengusaha warung Tegal menilai rencana ini sebagai upaya mengeliminir keberadaan warung Tegal secara sistemik.
“Pemberlakuan standarisasi pajak itu kan ada, kalau pajak bagi usaha kecil dan menengah sebesar 10 persen berarti itu kanokezone di Jakarta, Senin (6/12/2010).
Kepala Dinas Perpajakan DKI Iwan Setiawandi beberapa waktu lalu menjelaskan pajak restoran berlaku terhadap perusahaan atau pribadi yang menyediakan jual beli makanan dan minuman dengan omset lebih dari Rp60 juta per tahun.
Hal tersebut sesuai dengan UU nomor 28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Berkaitan dengan itu, warung Tegal ataupun rumah makan Padang yang banyak dijumpai di Jakarta bisa saja dikenakan pajak.
Diperkirakan, penerapan pajak untuk warung Tegal dan sejenisnya akan berlaku mulai awal tahun depan. Saat ini Pemprov DKI sedang melakukan pendataan terhadap jasa penyedia makanan dan minuman yang ada di Jakarta.(ful)
sumber : http://news.okezone.com/read/2010/12/06/338/400399/pungutan-warteg-10-itu-upeti-bukan-pajak
0
komentar
Semua pelaku diet yang ingin langsing pasti tahu, mengurangi berat badan itu adalah hal, yang paling tidak, sederhana. Namun, menjaga berat badan tetap stabil adalah tantangan utama.
Kini studi pola makan terbesar di dunia hadir dengan solusi yaitu; cara paling efektif menjaga berat badan adalah diet protein tinggi dan karbohidrat dengan indeks glikemik (GI) rendah. Banyak daging tanpa lemak, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak dan sedikit makanan mengandung tepung seperti roti putih dan beras putih adalah beberapa makanan yang dianjurkan.
Khusus GI berlaku pada karbohidrat dan ini adalah ukuran bagaimana cepat bahan makanan itu berubah menjadi glukosa. Semakin rendah angka GI, semakin lambat mereka dicerna dan semakin tinggi kemungkinan mengenyangkan. Makanan dengan GI rendah membuat orang dapat makan sampai kenyang tanpa repot menghitung kalori dan tanpa menambah bobot badan.
Sebuah studi internasional yang melibatkan lebih dari 900 orang dewasa dan 800 anak-anak dari delapan negara Eropa, menemuka bahwa setelah enam bulan mereka melakukan pola diet tersebut, mereka memiliki bobot, rata-rata 2 kilogram lebih rendah ketimbang sampel populasi yang melakukan diet lain. Partisipan rata-rata kehilangan bobot hingga 11 kg dan kini tengah dites dengan pendekatan berbeda dalam menjaga berat badan mereka.
Guru besar dari Universitas Kopenhagen, Arne Astrup, yang memimpin studi, mengatakan penemuan itu menyimpulkan bahwa saran diet resmi para pakar sebelumnya sudah ketinggalan zaman. "Saya adalah salah satu penentang GI," ujarnya. "Saya harap dalam percobaan ini tidak ada yang perbedaan yang mencolok, dan sungguh mengejutkan. Ternyata GI sama pentingnya seperti protein dalam menjaga berat badan seseorang," paparnya.
Diet protein tinggi, seperti pola Atkins, dikenal mampu mengurangi berat badan karena mereka menghambat pengosongan perut dan meningkatkan produksi insulin. Menambahkan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah yang dicerna lambat akan memperlambat pula rasa lapar.
Motivasi, tentu kunci lain dalam mengurangi berat badan dan diet protein tinggi plus GI rendah paling mudah diikuti karena tak ada makanan utama yang dilarang dalam pola ini. Hanya saja, pola diet ini memiliki tantangannya, salah satunya memilih makanan yang tepat.
Roti Gandum dan sereal sebagian besar memiliki GI rendah, begitu pula sebagian besar sayuran. Di antara buah-buahan, pilihlah apel, pir, dan jeruk yang juga berindeks glikemik rendah. Namun anggur, kiwi dan melon sebaliknya, berkadar GI tinggi karena jenis buah itu kaya akan gula. Coklat juga memiliki GI rendah, karena lemak memperlambat penyerapan gula. Sedangkan kentang panggang memiliki GI tinggi, hanya, proses pendinginan mengubah tepung menjadikan tak mudah dicerna, sehingga ia memiliki GI rendah.
Jika anda memiliki versi roti gandum, pasta, dan beras merah, maka anda melakukan diet rendah GI. Makanan jenis ini adalah kontributor paling penting dalam menjaga berat badan anda," ujar Astrup.
Berikut ini tips menu sederhana untuk satu hari yang disarankan oleh para peneliti.
Sarapan pagi: Susu rendah lemak (variasi apa pun namun tanpa gula), roti gandum dengan tambahan keju rendah lemak dan satu buah jeruk.
Makan Siang: Roti gandum dengan daging merah atau ayam tanpa lemak, Steak tuna dengan sayur-mayur.
Tahu dan tempe yang berbahan dasar kedelai dikenal sebagai makanan murah dan mengandung banyak gizi. Konsumsi tahu dan tempe penting bagi wanita untuk memperlambat penuaan, terutama bagi wanita yang akan mengalami masa-masa menopause.
Akan tetapi, bagi penderita kanker payudara tertentu, konsumsi tahu tempe ini harus dikurangi karena bisa memicu pertumbuhan sel semakin cepat.
Hal ini disebabkan okandungan Phytoestrogen yang ada pada tahu dan tempe, yakni senyawa kimia hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia.
Karena itulah phytoestrogen dianggap bisa membantu menanggulangi masalah penurunan estrogen pada wanita. Namun, bagi penderita kanker payudara jenis tertentu, konsumsi tahu dan tempe justru bisa memicu meningkatnya jumlah hormon estrogen dalam tubuh yang justru bisa merangsang penyebaran kanker lebih cepat.
“Meski tidak semua kanker payudara, namun ada jenis kanker payudara tertentu yang pertumbuhan sel kanker-nya justru dipengaruhi oleh estrogen. Untuk itu, bagi penderita kanker payudara disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung estrogen seperti tahu dan tempe, termasuk kulit ayam,” kata Ahli Kesehatan dan pemerhati gaya hidup lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegeoro Semarang, Dr. Grace Judio Kahl, Msc, MH,CHt dalam sebuah acara talkshow.
Meski tahu tempe berbahaya bagi penderita kanker payudara jenis tertentu, namun makanan yang mudah didapat dengan harga murah ini tetap memiliki manfaat. Khususnya bagi mereka yang tidak memiliki pantangan untuk mengonsumsi kedelai.
Penderita kanker payudara sebaiknya tidak mengonsumsi tahu dan tempe secara berlebihan.
Ikan asin tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ada kenikmatan tersendiri bila ikan asin dapat dimakan dengan nasi panas dan sambal terasi. Tapi sebaiknya jangan sering-sering makan ikan asin. Mengapa?

"Ikan asin itu mengandung nitrosamin yang merupakan pencetus aktifnya virus Epstein-Barr yang merupakan penyebab utama kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT)," jelas dr Budianto Komari.
Ikan asin mengandung nitrosamin yang merupakan karsinogen (zat pemicu kanker). Ini karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit (hasil perombakan protein) pada daging ikan, sehingga membentuk senyawa nitrosamin.
dr Budi menjelaskan, di daerah China Selatan yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan hampir setiap hari makan ikan asin ternyata angka kejadian kanker nasofaring sangat tinggi. Dan pencetus utamanya adalah ikan asin.
Menurut dr Budi, virus Epstein-Barr sebenarnya banyak terdapat dimana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker, virus ini akan tetap "tidur" di nasofaring jika tidak dipicu faktor-faktor tertentu.
Ras Mongoloid tercatat paling banyak menderita kanker nasofaring karena memiliki gen tertentu.
2. Cara hidup yang tidak sehat
Cara hidup yang tidak sehat seperti sering terkena polusi, asap, asap rokok, alkohol.
3. Cara makan
Cara makan yang tak sehat seperti sering makan ikan asin, makanan awetan yang diasap atau fermentasi, dan memasak dengan kayu.
4. Pekerjaan dan keagamaan
Orang yang bekerja di pabrik yang banyak gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida, serbuk kayu. Dan kegiatan keagamaan seperti dupa dan menyan.
"Ikan asin itu mengandung nitrosamin yang merupakan pencetus aktifnya virus Epstein-Barr yang merupakan penyebab utama kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT)," jelas dr Budianto Komari.
Ikan asin mengandung nitrosamin yang merupakan karsinogen (zat pemicu kanker). Ini karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit (hasil perombakan protein) pada daging ikan, sehingga membentuk senyawa nitrosamin.
"Nitrosamin ini pencetus utama kanker nasofaring, tidak hanya di ikan asin tetapi juga banyak pada makanan yang diawetkan," kata dr Budi lebih lanjut.
dr Budi menjelaskan, di daerah China Selatan yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan hampir setiap hari makan ikan asin ternyata angka kejadian kanker nasofaring sangat tinggi. Dan pencetus utamanya adalah ikan asin.
Menurut dr Budi, virus Epstein-Barr sebenarnya banyak terdapat dimana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker, virus ini akan tetap "tidur" di nasofaring jika tidak dipicu faktor-faktor tertentu.
Faktor-faktor pemicu aktifnya virus Epstein-Barr antara lain:
1. GenetikRas Mongoloid tercatat paling banyak menderita kanker nasofaring karena memiliki gen tertentu.
2. Cara hidup yang tidak sehat
Cara hidup yang tidak sehat seperti sering terkena polusi, asap, asap rokok, alkohol.
3. Cara makan
Cara makan yang tak sehat seperti sering makan ikan asin, makanan awetan yang diasap atau fermentasi, dan memasak dengan kayu.
4. Pekerjaan dan keagamaan
Orang yang bekerja di pabrik yang banyak gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida, serbuk kayu. Dan kegiatan keagamaan seperti dupa dan menyan.
"Sebenarnya kalau sekali-kali makan ikan asin ya nggak apa-apa, ikan asin enak kok. Tapi ya jangan sering-sering, jangan tiap hari juga. Yang terpenting makan harus bervariasi dan makanan segar, jangan terlalu sering makan makanan awetan atau kalengan," tutup dr Budi.
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.
Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir(bekerja) sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi dari Italia), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Ada kisah yang mengerikan :
Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir(bekerja) sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi dari Italia), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Ada kisah yang mengerikan :
- Ada orang yang sekarang usianya sekitar 48 tahunan tapi sudah 4 tahun terakhir ini kemana-mana membawa alat, maaf, sebagai pengganti anusnya, karena usus bawah sampai dengan anus telah dipotong sebab sudah tidak bisa dipakai lagi pasalnya waktu mahasiswa dengan alasan ekonomi mengkonsumsi mie instant secara berlebihan sehingga bagian usus yang dipotong tersebut adalah tempat mengendapnya bahan pengawet yang selalu ada di setiap mie instant mungkin sejenis borax pengawet untuk mayat (data menunjukan bahwa import borax dan sejenisnya sangat besar ke Indonesia) dan walhasil menimbulkan pembusukan ditempat tersebut, semoga semua pihak berhati hati dalam mengkonsumsi makanan seperti bakso, sosis, mie dll
- Ada lagi, orang yang pernah kena kanker getah bening (8 kelenjar getah bening kena), dan berobat selama hampir 1 tahun di Singapore menghabiskan lebih dari 1 Milyar pada tahun 1996 sampai 1997 (untung ditanggung kantor), akibat dia mengkonsumsi indomie plus korned selama 4 tahun terus menerus setiap hari(dengan alasan karena istrinya sibuk kerja). Menurut dokter yg mengobati nya, penyebab utamanya adalah pengawet yg ada di indomie dan korned tsb.
Langganan:
Postingan (Atom)


